Jangan Latah !
Masih ingat ga jaman-jaman dukun cilik ponari? Tiap hari pasti ada aja berita soal ini di TV, soal berapa kilometer antrian hari ini , seberapa macet dan waktu yang diperlukan orang-orang untuk menunggu minum air yang dicelup batu petir, berapa omset perharinya. Mirip-mirip dengan broadcast lalu-lintas Jakarta di radio. (Bedanya omset sang dukun bisa 150juta/hari)
Melihat keuntungan luar biasa si doi, maka ikutan lah orang lain membuat batu versi nya masing-masing. Ada yang bilang batu nya nyuruh tidur , batu licin , ada juga batu petir part2 tandingan punya ponari. Saya sempet kepikiran juga waktu itu buat ke sana, terus bilang kalau saya baru aja menemukan batu ajaib. Batu nya saya ini digigit serangga , terus besoknya jadi kekar dan bisa ngeluarin jaring laba-laba. Oke, itu mah cerita spiderman.
another story with the same point, dulu ada satu warung di serpong yang jualan pisang goreng pasir Pontianak, dan laku keras! beberapa bulan kemudian, area itu dipenuhi sama dagangan pisang goreng, dengan berbagai macam rasa. Ada yang rasa keju susu, coklat, bahkan rasa strawberry. Come to think of it, doesn’t it sound weird to give fruit a taste of another fruit?!
Tapi begitulah Indonesia.. Sebagian besar pola pikir masyarakat kita terlalu terikat pada hal-hal yang visual. Mereka baru menyadari sesuatu kalau sudah dilihat. Atau ada pula yang sebenarnya sudah punya ide demikian, tapi takut karena belum ada yang memulai. Takut gagal, takut malu-maluin , takut aneh sendiri, Tapi menyesal saat ada yang sukses dengan ide yang sama, kemudian baru saat itu dia mulai karena sudah Pede ide nya bisa jalan. Hey! It’s too late man! People give more respect for the first, not second , not the third, not the others.
But there’s always someone great to adore. Saya kagum sama andrew darwis, yang fokus dan stick sama forum kaskus nya, bahkan sekarang sudah ada kaspay. Saya kagum sama ahmad dhani walaupun kesannya arogan, yang selalu bisa bikin lagu yang komersil, terlebih sama otak bisnisnya. Justru orang-orang seperti ini yang patut dicontoh. kita harus menemukan karakter kita, kita fokus pada yang kita bisa agar suatu saat nama kita yang dipuji-puji pada artikel orang lain, bukan lagi mereka
( Image dipinjam dari Orlando Weekly )
Related posts:
26 Comments





sering banyak yang bilang kalo jaman ini jaman modern tapi nyatanya masih banyak yang percaya hal yang seperti kasus Ponari dulu itu..
Well, nggak terlintas kalo pola pikir kita itu ternyata terlalu flat

andrysatrio´s last blog ..Jared- Tom- Perdamaian- Konspirasi di dalamnya